Categories
Inspirasi Touring

Kisah Berdirinya BMW Produsen Motor Elegan, Motor BMW

Siapa yang tidak kenal dengan BMW? Perusahaan manufaktur kendaraan ini berasal dari Jerman. BMW merupakan singkatan dari Bayerische Motoren Werke AG, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi Bavarian Motor Works. BMW saat ini dikenal sebagai perusahaan yang memproduksi mobil dan motor mewah. Berikut kisah berdirinya.

Di Indonesia terutama, mobil produksi Jerman dikenal mempunyai prestise tersendiri. Kalau memiliki mobil buatan Jerman, maka akan dianggap memiliki status sosial tertentu dan menjadi kebanggaan. Hal ini tidak salah, karena memang mobil BMW, misalnya, memiliki kualitas yang sangat baik. Karena itu harganya pun lebih tinggi. Namun, BMW juga sebenarnya memproduksi motor. Memang tidak mudah ditemui di jalanan di Indonesia, karena hanya dimiliki oleh kalangan tertentu saja. Namun di negara asalnya, BMW sudah dikenal sebagai produsen motor sejak awal berdirinya perusahaan.

Penasaran dengan cerita panjang di balik kesuksesan BMW? Yuk, simak sekilas infonya berikut ini.

Motor BMW di Awal Mula Terbentuknya Perusahaan

BMW didirikan pertama kali pada tahun 1916 oleh Camillo Castiglioni, Franz Josef Popp, dan Karl Rapp. Awalnya perusahaan ini adalah produsen mesin pesawat. Mereka memproduksi mesin pesawat pada periode tahun 1917 hingga 1918, dn kemudian di tahun 1933 hingga 1945. Produk pertama dari BMW adalah mesin pesawat bernama BMW IIIa. Seperti halnya perusahaan lainnya di Eropa, BMW juga cukup mengalami kesulitan di masa perang. Di akhir Perang Dunia I, BMW bertahan dengan memproduksi mesin sepeda motor, peralatan bertani, peralatan rumah tangga, dan juga rem pada rel kereta api. Sepeda motor pertama BMW diproduksi pada tahun 1923, dengan nama BMW R 32.

Hingga Perang Dunia II, produk-produk utama dari BMW adalah mesin pesawat, sepeda motor, dan mobil. Pada masa Perang Dunia II, bertentangan dengan keinginan direktur Franz Josef Popp, BMW berkonsentrasi pada pembuatan mesin pesawat dengan memanfaatkan tenaga kerja paksa yang merupakan tahanan perang. Pada masa itu, banyak perusahaan yang terpaksa bergerak di bawah order pemerintah yang berkuasa, pimpinan perusahaan memiliki sedikit kendali. Hingga kemudian, beberapa pabrik BMW dihancurkan dengan bom. Masih ada fasilitas yang berdiri di Jerman Barat, namun setelah perang dilarang untuk memproduksi sepeda motor dan mesin pesawat sama sekali. BMW kemudian bertahan dengan memproduksi beberapa peralatan dapur dan sepeda. Hingga akhirnya, pada tahun 1948 BMW memulai lagi produksi sepeda motornya. Diikuti dengan kembalinya produksi mobil pada tahun 1952.

Sejak masa Perang Dunia II, BMW juga mengalami beberapa krisis keuangan, hingga akhirnya bisa stabil dan berkembang menjadi perusahaan seperti sekarang. Bisa dikatakan, di negara asalnya BMW lebih dulu dikenal dengan produksi motornya dibanding mobil. Terutama ketika salah satu seri motornya, yaitu BMW R 12, digunakan oleh tentara Nazi. Motor ini seolah menjadi salah satu simbol tentara Nazi. Motor BMW R 12 yang fenomenal ini biasanya selalu ada dalam film-film yang mengangkat cerita tentang Nazi ataupun Jerman di masa Perang Dunia II.

Motor BMW Saat Ini

Saat ini, BMW telah menjadi perusahaan yang kuat dan stabil. Mobil-mobilnya diproduksi di bawah merek BMW, Mini, dan Rolls-Royce. Sementara untuk sepeda motornya dipasarkan dengan nama BMW Motorrad. BMW tetap berpusat di Munich, Jerman. Memiliki pabrik produksi di Jerman, Brazil, China, India, Afrika Selatan, Inggris, Amerika Serikat, dan Meksiko.

Sebagai sepeda motor yang mengisi kelas premium, BMW Motorrad memiliki penggemarnya sendiri, bahkan juga di Indonesia. Sekian kisah berdirinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *